Jumat, 09 Maret 2012

Pemetaan Seni Rupa VII Semester 1

PEMETAAN STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR

Mata Pelajaran            : Seni Budaya / Seni Rupa

Kelas/Semester         : VII / 1
Tahun Pelajaran          : 2011 – 2012

SMT
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1
1. Mengapresiasi karya seni rupa
1.1. Mengindentifika- si jenis karya seni rupa terapan daerah setempat
1.2. Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan teknik karya seni rupa terapan daerah setempat
1
2. Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa
2.1.    Menggambar bentuk dengan obyek karya seni rupa terapan tiga dimensi dari daerah setempat

                                                                                               
Tinambung, 4 Juli 2011
Mengetahui
Kepala,SMP Negeri 5 Tinambung                                        Guru Mata Pelajaran


SAMIJAN, S.Pd                                      ACO MASDAR DJUHA, S.Pd.

 NIP.19580912 198111 1 003                                              NIP. 19700102 200701 1 31

Prota Seni Rupa VII Semester 1


PROGRAM TAHUNAN
SMP NEGERI 5 TINAMBUNG

Mata Pelajaran      : Seni Budaya / Seni Rupa
Kelas/Semester     :  VII / 1
Tahun Pelajaran     : 2011– 2012

SMT
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Materi Pokok
Alokasi Waktu
Keterangan
1
1. Mengapresiasi karya seni rupa
1.1. Mengindentifika- si jenis karya seni rupa terapan daerah setempat
1. Konsep seni , empat cabang seni , fungsi seni, konsep seni rupa terapan daerah ,  unsur seni rupa, dan prinsip seni rupa .
2. Beragam jenis, fungsi dan makna karya seni rupa terapan daerah setempat.
6 jp

1.2. Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan teknik karya seni rupa terapan daerah setempat
Apresiasi karya seni rupa terapan daerah setempat
1.  Keunikan gagasan
2. Teknik pembuatan karya seni rupa
3.  Pembuatan kliping seni rupa terapan daerah
6 jp

 1
2.     Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa
2.1.  Menggambar bentuk dengan obyek karya seni rupa terapan tiga dimensi dari daerah setempat
1.   Konsep menggambar bentuk
2.  Bentuk kubistis dan silindris
3.  Teknik menggambar bentuk
4.  Prinsip-prinsip menggambar bentuk
5.  Langkah-langkah menggambar bentuk
20 jp








Tinambung, 4 Juli 2011
Mengetahui
 Kepala SMP Negeri 5 Tinambung                                                                                                                               Guru Mata Pelajaran



SAMIJAN. S.Pd                                                                                                                                                    ACO MASDAR DJUHA, S.Pd
NIP.19580912 198111 1 003                                                                                         NIP. 19700102 200701 1 031

Promes Seni Rupa VII Semister 1

PROGRAM SEMESTER
SMP NEGERI 5 TINAMBUNG

Mata Pelajaran
: Seni Budaya



























Kelas / Semester
: VII / I



























Tahun Pelajaran
: 2011 / 2012


























































No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar dan Materi Pokok Alokasi Waktu Bulan Keterangan
Juli Agustus September Oktober Nopember Desember
1. Mengapresiasi karya seni rupa 1.1. Mengindentifikasi jenis karya seni rupa terapan daerah setempat 6 jp Libur akhir Tahun Pelajaran M O S Libur Puasa         MID Semester                   Ulangan Semester Pengelolaan Nilai  
  1. Konsep seni , empat cabang seni , fungsi seni, konsep seni rupa terapan daerah ,  unsur seni rupa, dan prinsip seni rupa .
  2. Beragam jenis, fungsi dan makna karya seni rupa terapan daerah setempat.
1.2. Menampilkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan teknik karya seni rupa terapan daerah setempat 6 jp                            


Apresiasi karya seni rupa terapan daerah setempat 

1. Keunikan gagasan

2. Teknik pembuatan karya seni rupa
  3. Pembuatan kliping seni rupa terapan daerah
2. Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa 2.1. Menggambar bentuk dengan obyek karya seni rupa terapan tiga dimensi dari daerah setempat 20 jp              
1. Konsep menggambar bentuk
2. Bentuk kubistis dan silindris
3. Teknik menggambar bentuk
4. Prinsip-prinsip menggambar bentuk
5. Langkah-langkah menggambar bentuk

































Mengetahui




















Tinambung, 4 Juli 2011

Kepala SMP Negeri 5 Tinambung



















Guru Mata Pelajaran


































SAMIJAN, S.Pd.




















ACO MASDAR DJUHA, S.Pd.

NIP. 19580912 198111 1 003




















NIP. 19700102 200701 1 031

Karya Tulis Ilmiah


Tugas Bahasa Indonesia
“Dibuat Sebagai Salah Satu Kriteria Syarat Kelulusan UAN 2011-2012 MTsN Negeri Tinambung”

PERPUSTAKAAN SEBAGAI
JENDELA DUNIA
Striped Right Arrow: Oleh 






 :


DIAN FAJRIANA ACO
KELAS IX A





MTsN NEGERI TINAMBUNG
TAHUN PEBELAJARAN 2011-2012



HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN AKHIR PENULISAN


1. Judul penulisan                   : Perpustakaan Jendela Dunia
2. Nama                                   : Dian Fajriana Aco
3. Tempat/Tanggal Lahir         : Manjopai, 28 Mei 1997
4. Jenis Kelamin                      : Perempuan
5. Nis                                       : 09.4960
6. Mata pelajaran diampu        : Bahasa Indonesia
7. Sekolah                               : MTsN Negeri Tinambung
8. Alamat sekolah                   : Jl.Hos.Cokroaminoto No.3 Tinambung

           
Mengetahui,                                                                Penulis,
Guru Mata Pelajaran


Rukmini,S.Pd                                                              Dian Fajriana Aco
NIP 19730428 199512 2 001                                     NIS 09.4960












KATA PENGANTAR
   
Alhamdullilah,
            Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Mahaesa, karena dengan rahmat dan perkenan-Nya saya dapat menyelesaikan tugas karya tulis ini yang berjudul “PERPUSTAKAAN SEBAGAI JENDELA DUNIA”  dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Saya menyadari bahwa, jika tugas karya tulis ini selesai pasti karya tulis yang saya buat ini masih memiliki banyak kekurangan dan kesalahan. Namun, saya berusaha untuk menyelesaikan tugas ini demi,
·         Memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia yang di bina oleh  ibu Rukmini,S.Pd. sebagai syarat kelulusan UAN MTsN Tinambung.
·         Sebagai inspirasi kepada pembaca untuk mengetahui apa manfaat dari perpustakaan.

 Saya harap karya tulis ini dapat memberikan motivasi kepada pembaca sehingga mutu pendidikan dapat ditingkatkan. Keritik dan saran yang dapat membangun saya dari pembaca karya tulis ini sangat saya harapkan dengan ikhlas demi penyempurnaan karya tulis saya selanjutnya. Demi itu semua saya ucapkan terima kasih.

                                                                                    Tinambung, 01 maret 2012

                                                                                       Penulis











DAFTAR ISI


Halaman Pengesahan...............................................................................................2
Kata Pengantar.........................................................................................................3
Daftar isi..................................................................................................................4
BAB I Pendahuluan
1.      Latar Belakang............................................................................................5

Asal Mula Tari Pattudu

Asal Mula Tari Pattuddu

    Sulawesi Barat atau disingkat Sul-Bar termasuk provinsi yang masih tergolong baru di Pulau Sulawesi, Indonesia. Provinsi yang dibentuk pada tanggal 5 Oktober ini sebagian besar dihuni oleh suku Mandar (49,15%) dibanding dengan suku-bangsa lainnya seperti Toraja (13,95%), Bugis (10,79%), Jawa (5,38%), Makassar (1,59%) dan lainnya (19,15%). Maka tidak heran jika adat dan tradisi suku Mandar lebih berkembang di daerah ini. Salah satu tradisi orang Mandar yang sangat terkenal adalah tradisi penjemputan tamu-tamu kehormatan baik dari dalam maupun luar negeri.
Penyambutan tamu kehormatan tersebut sedikit berbeda dari daerah lainnya. Para tamu kehormatan tidak hanya disambut dengan /pagar ayu/ atau pengalungan bunga, tetapi juga dengan Tari Patuddu. Zaman sekarang, tarian ini biasanya dimainkan oleh anak-anak Sekolah Dasar (SD) dengan menggunakan alat tombak dan perisai yang kemudian diiringi irama gendang. Oleh karena itu, Tari Patuddu yang memperagakan tombak dan perisai ini disebut juga tari perang. Disebut demikian karena sejarah tarian ini memang untuk menyambut balatentara Kerajaan Balanipa yang baru saja pulang dari berperang.
Menurut sebagian masyarakat setempat, Tari Patuddu ini lahir karena sering terjadi huru-hara dan peperangan antara balatentara Kerajaan Balanipa dan Kerajaan Passokorang pada masa lalu. Setiap kali pasukan perang pulang, warga kampung melakukan penyambutan dengan tarian Patuddu. Tarian ini menyiratkan makna, ?Telah datang para pejuang dan pahlawan negeri,? sehingga tari Patuddu cocok dipentaskan untuk menyambut para tamu istimewa hingga saat ini.
Namun, ada versi lain yang diceritakan dalam sebuah cerita rakyat terkait dengan asal-mula tari Patuddu. Konon, pada zaman dahulu kala, di sebuah daerah pegunungan di Sulawesi Selatan (kini Sulawesi Barat), hidup seorang Anak Raja bersama hambanya. Suatu waktu, Anak Raja itu ditimpa sebuah musibah. Bunga-bunga dan buah-buahan di tamannya hilang entah ke mana dan tidak tahu siapa yang mengambilnya. Ia pun berniat untuk mencari tahu siapa pencurinya. Dapatkah Anak Raja itu mengetahui dan menangkap si pencuri? Siapa sebenarnya yang telah mencuri buah dan bunga-bunganya tersebut? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisah selengkapnya dalam cerita Asal-Mula Tari Patuddu berikut ini!
** * ** *


Alkisah, pada zaman dahulu, di daerah Mandar Sulawesi Barat, hiduplah seorang Anak Raja di sebuah pegunungan. Di sana ia tinggal di sebuah istana megah yang dikelilingi oleh taman bunga dan buah yang sangat indah. Di dalam taman itu terdapat sebuah kolam permandian yang bersih dan sangat jernih airnya. Pada suatu hari, saat gerimis tampak pelangi di atas rumah Anak Raja. Kemudian tercium aroma harum semerbak. Si Anak Raja mencari-cari asal bau itu. Ia memasuki setiap ruangan di dalam rumahnya. Namun, asal aroma harum semerbak itu tidak ditemukannya. Oleh karena penasaran dengan aroma itu, ia terus mencari asalnya sampai ke halaman rumah. Sesampai di taman, aroma yan dicari itu tak juga ia temukan. Justru, ia sangat terkejut dan kesal, karena buah dan bunga-bunganya banyak yang hilang. ?Siapa pun pencurinya, aku akan menangkap dan menghukumnya!? setengah berseru Anak Raja itu berkata dengan geram. Ia kemudian berniat untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang telah berani mencuri bunga-bunga dan buahnya tersebut.
Suatu sore, si Anak Raja sengaja bersembunyi untuk mengintai pencuri bunga dan buah di tamannya. Tak lama, muncullah pelangi warna-warni yang disusul tujuh ekor merpati terbang berputar-putar dengan indahnya. Anak Raja terus mengamati tujuh ekor merpati itu. Tanpa diduganya, tiba-tiba tujuh ekor merpati itu menjelma menjadi tujuh bidadari cantik. Rupanya mereka hendak mandi-mandi di kolam Anak Raja. Sebelum masuk ke dalam kolam, mereka bermain-main sambil memetik bunga dan buah sesuka hatinya.

Anak Raja terpesona melihat kencantikan ketujuh bidadari itu. ?Ya Tuhan! Mimpikah aku ini? Cantik sekali gadis-gadis itu,? gumam Anak Raja dengan kagum. Kemudian timbul keinginannya untuk memperistri salah seorang bidadari itu. Namun, ia masih bingung bagaimana cara mendapatkannya. ?Mmm...aku tahu caranya. Aku akan mengambil salah satu selendang mereka yang tergeletak di pinggir kolam itu,? pikir Anak Raja sambil mengangguk-angguk.
Sambil menunggu waktu yang tepat, ia terus mengamati ketujuh bidadari itu. Mereka sedang asyik bermain sambil memetik bunga dan buah sesuka hatinya. Mereka terlihat bersendau-gurau dengan riang. Saat itulah, si Anak Raja memanfaatkan kesempatan. Dengan hati-hati, ia berjalan mengendap-endap dan mengambil selendang miliki salah seorang dari ketujuh bidadari itu, lalu disembunyikannya. Setelah itu, ia kembali mengamati para bidadari yang masih mandi di kolam.

Setelah puas mandi dan bermain-main, ketujuh bidadari itu mengenakan selendangnya kembali. Mereka harus kembali ke Kahyangan sebelum pelangi menghilang. Pelangi adalah satu-satunya jalan kembali ke Kahyangan. Namun Bidadari Bungsu tidak menemukan selendangnya. Ia pun tampak kebingungan mencari selendangnya. Keenam bidadari lainnya turut membantu mencari selendang adiknya. Sayangnya, selendang itu tetap tidak ditemukan. Padahal pelangi akan segera menghilang.
Akhirnya keenam bidadari itu meninggalkan si Bungsu seorang diri. Bidadari Bungsu pun menangis sedih. ?Ya Dewa Agung, siapa pun yang menolongku, bila laki-laki akan kujadikan suamiku dan bila perempuan akan kujadikan saudara!? seru Bidadari Bungsu. Tak lama berseru demikian, terdengar suara halilintar menggelegar. Pertanda sumpah itu didengar oleh para Dewa.
Melihat Bidadari Bungsu tinggal sendirian, Anak Raja pun keluar dari persembunyiannya, lalu menghampirinya.
"Hai, gadis cantik! Kamu siapa? Mengapa kamu menangis?" tanya Anak Raja pura-pura tidak tahu.
"Aku Kencana, Tuan! Aku tidak bisa pulang ke Kahyangan, karena selendangku hilang, "jawab Bidadari Bungsu.
"Kalau begitu, tinggallah bersamaku. Aku belum berkeluarga," kata Anak Raja seraya bertanya, "Maukah kamu menjadi istriku?"
Sebenarnya Kencana sangat ingin kembali ke Kahyangan, namun selendangnya tidak ia temukan, dan pelangi pun telah hilang. Sesuai dengan janjinya, ia pun bersedia menikah dengan Anak Raja yang telah menolongnya itu. Akhirnya, Kencana tinggal dan hidup bahagia bersama dengan Anak Raja.
Kencana dan Anak Raja dikaruniai seorang anak laki-laki. Maka semakin lengkaplah kebahagiaan mereka. Mereka mengasuh anak itu dengan penuh perhatian dan kasih-sayang. Selain mengasuh dan mendidik anak, Kencana juga sangat rajin membersihkan rumah.
Pada suatu hari, Kencana membersihkan kamar di rumah suaminya. Tanpa sengaja ia menemukan selendang miliknya yang dulu hilang. Ia sangat terkejut, karena ia tidak pernah menduga jika yang mencuri selendangnya itu adalah suaminya sendiri. Ia merasa kecewa dengan perbuatan suaminya itu. Karena sudah menemukan selendangnya, Kencana pun berniat untuk pulang ke Kahyangan.Saat suaminya pulang, Kencana menyerahkan anaknya dan berkata, ?Suamiku, aku sudah menemukan selendangku. Aku harus kembali ke Kahyangan menemui keluargaku. Bila kalian merindukanku, pergilah melihat pelangi!?
Saat ada pelangi, Kencana pun terbang ke angkasa dengan mengipas-ngipaskan selendangnya menyusuri pelangi itu. Maka tinggallah Anak Raja bersama anaknya di bumi. Setiap ada pelangi muncul, mereka pun memandang pelangi itu untuk melepaskan kerinduan mereka kepada Kencana. Kemudian oleh mayarakat setempat, pendukung cerita ini, gerakan Kencana mengipas-ngipaskan selendangnya itu diabadikan ke dalam gerakan-gerakan Tari Patuddu, salah satu tarian dari daerah Mandar, Sulawesi Barat.
* * *
Cerita rakyat di atas termasuk ke dalam cerita teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Salah satu pesan moral yang terkandung di dalamnya adalah anjuran meninggalkan sifat suka mengambil barang milik orang lain. Sifat yang tercermin pada perilaku ketujuh bidadari dan Anak Raja tersebut sebaiknya dihindari. Ketujuh bidadari telah mengambil bunga-bunga dan buah-buahan milik si Anak Raja tanpa sepengetahuannya. Demikian pula si Anak Raja yang telah mengambil selendang salah seorang bidadari tanpa sepengetahuan mereka, sehingga salah seorang bidadari tidak bisa kembali ke Kahyangan. Sebaliknya, Anak Raja harus ditinggal pergi oleh istrinya, Bidadari Bungsu, ketika si Bungsu menemukan selendangnya yang telah dicuri oleh suaminya itu. Itulah akibat dari perbuatan yang tidak dianjurkan ini.
Mengambil hak milik orang lain adalah termasuk sifat tercela. Bahkan dalam ajaran sebuah agama disebutkan, mengambil dan memakan harta orang lain dengan cara semena-mena, sama artinya dengan memakan harta yang haram. Ada banyak cara yang dilakukan oleh seseorang untuk mengambil dan memakan harta orang lain secara tidak halal, di antaranya mencuri, merampas, menipu, kemenangan judi, uang suap, jual beli barang yang terlarang dan riba. Kecuali yang dihalalkan adalah pengambilan dan pertukaran harta dengan jalan perniagaan dan jual-beli yang dilakukan suka sama suka antara si penjual dan si pembeli, tanpa ada penipuan di dalamnya.
Setiap agama menganjurkan kepada umatnya agar senantiasa menjunjung tinggi, mengakui dan melindungi hak milik orang lain, asal harta tersebut diperoleh dengan cara yang halal. Oleh karena itu, hendaknya jangan memakan dan mengambil harta orang lain dengan jalan yang tidak halal.

Kelebihan Bismillahirrahmanirrahim

KELEBIHAN-KELEBIHAN BISMILLAH

BISMILLAH adalah sebutan/nama singkat dari lafaz
"BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM"
yang bermaksud: "Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

1) Yang pertama ditulis Qalam adalah BISMILLAH. Maka apabila kamu menulis sesuatu, maka tulislah BISMILLAH pada awalnya kerana BISMILLAH tertulis pada setiap wahyu yang Allah turunkan kepada Jibrail.

2) "BISMILLAH untukmu dan umatmu, suruhlah mereka apabila memohon sesuatu dengan BISMILLAH. Aku tidak akan meninggalkannya sekejap mata pun sejak BISMILLAH diturunkan kepada Adam." (Hadith Qudsi)

3) Tatkala BISMILLAH diturunkan ke dunia, maka semua awan berlari ke arah barat, angin terdiam, air laut bergelora, mendengarkan seluruh binatang dan terlempar semua syaitan.

4) Demi Allah dan keagunganNya, tidaklah BISMILLAH itu dibacakan pada orang sakit melainkan menjadi ubat untuknya dan tidaklah BISMILLAH dibacakan di atas sesuatu melainkan Allah beri berkat ke atasnya.

5) Barangsiapa yang ingin hidup bahagia dan mati syahid, maka bacalah BISMILLAH setiap kali memulakan sesuatu perkara yang baik.

6) Jumlah huruf dalam BSMILLAH ada 19 huruf dan malaikat penjaga neraka ada 19. Ibnu Mas'ud berkata: "Sesiapa yang ingin Allah selamatkan dari 19 malaikat neraka maka bacalah BISMILLAH 19 kali setiap hari."

7) Tiap huruf BISMILLAH ada JUNNAH (penjaga/khadam) hingga tiap huruf berkata, Siapa yang membaca BISMILLAH maka kamilah kekuatannya dan kamilah kehebatannya. "

8) Barangsiapa yang memuliakan tulisan BISMILLAH nescaya Allah akan mengangkat namanya di syurga yang sangat tinggi dan diampunkan segala dosa kedua orang tuanya.

9) Barangsiapa yang membaca BISMILLAH maka akan bertasbihlah segala gunung kepadanya.

10) Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, maka akan terpelihara dari gangguan syaitan, kecurian dan kebakaran, maut mendadak dan bala.

11) Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 50 kali di hadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada si pembaca.
Sabda Rasulluah, "siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada...."


Keagungan Bismillah



Oleh: Syarifuddin Mustafa, MA

Rasulullah saw bersabda, “Setiap pekerjaan yang baik, jika tidak dimulai dengan “Bismillah” (menyebut nama ALLAH) maka (pekerjaan tersebut) akan terputus (dari keberkahan ALLAH)”.

Dalam keseharian kita tentunya selalu melakukan kegiatan dan aktivitas, tanpa kegiatan dan aktivitas kehidupan kita akan hampa, hambar dan tidak produktif. Kegiatan tersebut bisa dilakukan dimana saja, di rumah, di kantor, di jalan, di warung, di pasar, di sekolah dan ditempat-tempat lainnya. Dan –bagi orang beriman- kegiatan atau aktivitas adalah sarana menebar kebajikan, baik kata maupun perbuatan selalu memberikan kebaikan pada dirinya dan orang lain. Bukankah Rasulullah saw mengumpamakan jati diri seorang muslim seperti seekor lebah. Makanan yang dimakan adalah baik dan yang dikeluarkan pun baik, lebah hinggap atau tinggal tidak pernah merusak yang lainnya.
Namun kadangkala kebanyakan dari kita tidak sadar memulai segala aktivitas atau kegiatan tanpa mengucapkan membaca kalimat bismillah, padahal diterima atau tidak amal perbuatan seseorang bergantung pada kalimat tersebut.
Ketika bangun tidur sudahkah kita mengucapkan alhamdulillah dan memulai aktivitas hari itu dengan bismillah?
Ketika akan mandi, berpakaian, sarapan pagi sudahkah kita memulainya dengan bismillah?
Ketika akan berangkat ke kantor, keluar dari rumah, naik kendaraan sudahkah kita memulainya dengan bismillah?
Ketika di kantor, sudahkah ketika kita masuk ruangan kantor, menyalakan komputer, membuka berkas atau file, membuka rapat, menulis, membaca memulainya dengan bismillah?
Begitu banyak lagi aktivitas yang kita lakukan dalam keseharian kita, namun sudahkan kita memulainya dengan bismillah??
Kadang kita menganggap hal tersebut adalah sepele, padahal di sisi ALLAH merupakan kebaikan yang bernilai besar, diberkahi atau tidaknya perbuatan dan aktivitas seseorang tergantung pada saat memulainya.
Sebenarnya apa sih keistimewaan dari bismillah sehingga ALLAH dan Rasul-NYA mensyariatkan kepada kita untuk memulai segala aktivitas, perbuatan dan kegiatan dengan membaca bismillah?


Sebagian ulama salaf mengatakan bahwa “bismillah merupakan inti kandungan ajaran Islam” karena di situ ada unsur keyakinan terhadap ALLAH yang telah memberikan kekuatan sehingga seseorang dapat melakukan aktivitas yang diinginkan, pangakuan akan ketidakberdayaan seseorang di hadapan ALLAH Taala. “La haula wala quwwata illa billah” (Tiada daya dan upaya kecuali atas izin ALLAH). Apalagi kalau bacaannya kita sempurnakan dengan kata bismillahirrahmanirrahim maka kita telah meyakini akan kebesaran ALLAH yang telah memberikan nikmat dan karunia, kasih sayang dan rahimnya kepada seluruh makhluk-NYA.
Jika kita runut secara bahasa, maka akan kita dapatkan keagungan kalimat bismillahirrahmanirrahim. kata Bismillah misalnya merupakan tiga rangkaian kata yang mengandung arti yang agung yaitu Ba (bi), Ism, dan Allah.
  • 1. Huruf ba yang dibaca bi di sini mengandung dua arti:Pertama: huruf bi yang diterjemahkan dengan kata “dengan” menyimpan satu kata yang tidak terucapkan tetapi harus terlintas dalam benak ketika mengucapkan basmalah, yaitu memulai. Sehingga bismillah berarti “saya atau kami memulai dengan nama ALLAH”. Dengan demikian kalimat tersebut menjadi semacam doa atau pernyataan dari pengucap. Atau dapat juga diartikan sebagai perintah dari ALLAH (walaupun kalimat tersebut tidak berbentuk perintah), “Mulailah dengan nama ALLAH!”.Kedua: huruf bi yang diterjemahkan dengan kata “dengan” itu, dikaitkan dalam benak dengan kata “kekuasaan dan pertolongan”. Pengucap basmalah seakan-akan berkata, “dengan kekuasaan ALLAH dan pertolongan-NYA, pekerjaan yang sedang saya lakukan ini dapat terlaksana”. Pengucapnya seharusnya sadar bahwa tanpa kekuasaan ALLAH dan pertolongan-NYA, apa yang sedang dikerjakannya itu tidak akan berhasil. Ia menyadari kelemahan dan keterbatasan dirinya tetapi pada saat yang sama –setelah menghayati arti basmalah ini – ia memiliki kekuatan dan rasa percaya diri karena ketika itu dia telah menyandarkan dirinya dan bermohon bantuan ALLAH Yang Maha Kuasa itu.
  • 2. Kata Ism setelah huruf bi terambil dari kata as-sumuw yang berarti tinggi dan mulia atau dari kata as-simah yang berarti yang berarti tanda. Kata ini biasa diterjemahkan dengan nama. Nama disebut ism, karena ia seharusnya dijunjung tinggi atau karena ia menjadi tanda bagi sesuatu.Syaikh Al-Maraghi dalam tafsirnya menjelaskan dengan penyebutan nama di sini berarti dirinya memulai pekerjaan dengan nama ALLAH dan atas perintahnya bukan atas dorongan hawa nafsu belaka.
    Penyebutan nama ALLAH diharapkan pekerjaan itu menjadi kekal di sisi ALLAH. Di sini bukannya ALLAH yang nama-NYA disebut itu yang kita harapkan menjadi kekal karena Dia justru Maha Kekal. Namun yang kita harapkan adalah agar pekerjaan yang kita lakukan itu serta ganjarannya menjadi kekal sampai hari kemudian. Banyak pekerjaan yang dilakukan seseorang tetapi tidak mempunyai bekas apa-apa terhadap dirinya atau masyarakatnya, apalagi berbekas dan ditemui ganjarannya di hari kemudian. Demikianlah ALLAH mentamsilkan perbuatan orang-orang yang kafir yang tidak dibarengi dengan keikhlasan kepada ALLAH,
“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan[1062], lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan” (QS. Al-Furqaan [25]: 23)
[1062]. Yang dimaksud dengan amal mereka disini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia Amal-amal itu tak dibalasi oleh Allah karena mereka tidak beriman.
  • 3. Kata Allah, berakar dari kata walaha yang berarti mengherankan atau menakjubkan. Jadi Tuhan dinamai ALLAH karena segala perbuatan-NYA menakjubkan dan mengherankan. Karena itu terdapat petunjuk yang menyatakan, “Berfikirlah tentang makhluk-makhluk ALLAH dan jangan berfikir tentang Dzat-NYA”.Sementara itu sebagian ulama mengungkapkan bahwa kata Allah terambil dari kata aliha – ya’lahu yang berarti menuju dan bermohon. Tuhan dinamai ALLAH karena seluruh makhluk menuju serta bermohon kepada-NYA dalam memenuhi kebutuhan mereka, atau juga berarti menyembah dan mengabdi, sehingga lafazh ALLAH berarti “Zat yang berhak disembah dan kepada-NYA tertuju segala pengabdian”.Syaikh Mutawalli Sya’rawi, seorang guru besar pada universitas Al-Azhar, ulama kontemporer dan pakar bahasa menyebutkan dalam tafsirnya tentang keistimewaan lafadz ALLAH;
“Lafadz ALLAH selalu ada dalam diri manusia, walaupun ia mengingkari wujud-NYA dengan ucapan atau perbuatannya. Kata ini selalu menunjuk kepada Dia yang diharapkan bantuan-NYA itu. Perhatikanlah kata ALLAH. Bila huruf pertamanya dihapus, maka ia akan terbaca Lillah yang artinya “demi/karena ALLAH”. Bila satu huruf berikutnya dihapus, akan terbaca lahu, yang artinya untuk-NYA. Bila huruf berikutnya dihapus, maka ia akan tertulis huruf ha yang dapat dibaca hu (huwa) yang artinya Dia”.
Apabila anda berkata ALLAH maka akan terlintas atau seyogianya terlintas dalam benak Anda segala sifat kesempurnaan. Dia Mahakuat, mahabijaksana, Mahakaya, Maha Berkreasi, Mahaindah, Mahasuci dan sebagainya. Seseorang yang mempercayai Tuhan, pasti meyakini bahwa Tuhannya Mahasempurna dalam segala hal, serta Mahasuci dari segala kekurangan.
Sifat-sifat Tuhan yang diperkenalkan cukup banyak. Dalam salah satu hadits dikatakan bahwa sifat (nama-nama) Tuhan berjumlah sembilan puluh sembilan nama (sifat).
Demikian banyak sifat (nama) Tuhan, namun yang terpilih dalam basmalah hanya dua sifat, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang keduanya terambil dari akar kata yang sama. Agaknya sifat ini dipilih, karena sifat itulah yang paling dominan. Dalam hal ini ALLAH dalam Al-Quran menegaskan
“… Rahmat-Ku mencakup segala sesuatu …” (QS. Al-A’raaf [7]: 156)
Sebuah hadits Qudsi menyebutkan bahwa rahmat ALLAH mengalahkan amarah-NYA.
Kedua kata tersebut, Ar-Rahman dan Ar-Rahim, berakar dari kata Rahm yang juga telah masuk dalam perbendaharaan bahasa Indonesia, yang berarti peranakan atau kandungan. Apabila disebut kata Rahim, maka yang terlintas di dalam benak adalah ibu dan anak, dan ketika dapat terbayang betapa besar kasih sayang yang dicurahkan sang ibu kepada anaknya. Tetapi, jangan disimpulkan bahwa sifat Rahmat Tuhan sepadan dengan sifat rahmat ibu.
Abu Hurairah meriwayatkan sabda Rasulullah saw yang mendekatkan gambaran besarnya rahmat Tuhan: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,
“ALLAH SWT menjadikan rahmat itu seratus bagian, disimpan di sisi-NYA sembilan puluh sembilan dan diturunkan-NYA ke bumi itu satu bagian. Satu bagian inilah yang dibagi pada seluruh makhluk. (begitu ratanya sampai-sampai satu bagian yang dibagikan itu diperoleh pula oleh) seekor binatang yang mengangkat kakinya karena dorongan kasih sayang, khawatir jangan sampai menginjak anaknya”. (HR. Muslim)
Dalam ungkapan lainnya disebutkan bahwa kata Rahman adalah merupakan sifat kasih sayang ALLAH kepada seluruh makhluk-NYA yang diberikan di dunia, baik manusia beriman atau kafir, binatang dan tumbuh-tumbuhan serta makhluk lainnya. Bukankah kita –dengan kasih sayang-NYA- telah diberikan kehidupan, diberikan kemudahan menghirup udara, kemudahan berjalan, berlari dan melakukan segala aktivitasnya, walaupun sangat sedikit dari kita mau merenungkan apalagi mensyukuri segala nikmat tersebut? ALLAH senantiasa memberikan kasih sayang-NYA kepada manusia sekalipun mereka ingkar kepada-NYA.
Sementara itu kara Rahim diberikan secara khusus oleh ALLAH kelak nanti dialam akhirat yaitu hanya bagi mereka yang beriman dan mensyukuri segala kenikmatan yang telah dianugrahkan kepada mereka. Kasih sayang-NYA secara khusus diberikan kepada hamba-hamba-NYA yang mengabdikan dirinya kepada ALLAH dan yakin bahwa semua kenikmatan adalah bersumber dari ALLAH. Bahkan yakin bahwa segala amal ibadahnya, perbuatan baiknya tidak akan menjamin akan dirinya masuk ke surga-NYA kecuali karena Rahmat-NYA.
Suatu kali Rasulullah saw berpesan kepada para sahabatnya,
“Bersegeralah kalian berbuat baik dan perkuatlah hubungan kepada ALLAH. Dan ketahuilah bahwa amal kalian tidak menjamin kalian masuk surga”. Sambil terheran para sahabat bertanya, “Termasuk Engkau wahai Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab, “Betul, termasuk saya.. kecuali jika ALLAH menganugrahkan rahmat-NYA dan karunia-NYA kepadaku”
Wallahu a’lam.